Dua Pekerja Terluka Dua Meninggal Dunia
MEDIAKTUAL.COM – MAMUJU :
Innalilkahi wainnailaihi Rojiun. Pasca musiba gempa bumi dengan magnitudo 6,2 yang membuncah di wilayah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), Januari 2021 lalu, menyisakan sejumlah bangunan rumah maupun kantor retak-retak bahkan tumbang.
Salah satunya, bangunan yang ikut rekah dan roboh yakni bangunan Masjid Agung Syuhada yang berdiri megah di jantung kota Kabupaten Mamuju.
Melihat kondisi rusaknya tempat ibadah tersebut, membuat Pemkab melakukan renovasi alias perbaikan bangunan.
Sayang, di tengah pengerjaan renovasi itu, sekejap maut pun merentap yang menimpa sedikitnya 4 orang pekerja.
Petaka itu terjadi, saat pekerja tengah memasang tali untuk merobohkan dinding Masjid, justeru menimpa dua orang membuatnya tertimbun reruntuhan dan meninggal dunia l.
Selama dua hari, kerja keras petugas Tim SAR untuk menyelamatkan dan menemukan korban dari rentuhan, membuahkan hasil.
Pertama, dua orang pekerja yang mengalami luka berhasil dievakuasi dan menjalani perawatan di RSUD Manakarra Mamuju.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Mamuju Muhammad Arif Anwar mengatakan, jasad Daeng Tobo ditemukan pada Kamis sekitar pukul 02.30 WITA, beberapa jam setelah penemuan jasad Henri
dalam keadaan meninggal dunia.
Disebutkan, proses evakuasi menurunkan sejumlah alat berat untuk menyingkirkan puing-puing bangunan.

“Karena yang menjadi kendala utama dalam evakuasi kali ini adalah puing runtuhan tersebut. Pada 23 Desember 2021 pukul 2.30 dini hari. Korban terakhir diketahui bernama Daebg Tob. Semuanya, telah duserahkan kepihak kekyarga untuk dikebumikan,” jelas Arif Anwar.
Dengan ditemukannya semya korban tersebut , maka Operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup.
“Kepada seluruh unsur yang terlibat kami ucapkan terima kasih atas sinergisitas serta kerjasaman yang terjalin agar kelancaran Operasi SAR ini dapat terlaksana dengan baik. Semoga sinergitas yang terjalin dapat selalu kita tingkatkan demi memberikan pelayanan jasa SAR bagi masyarakat Sulawesi Barat,” tuturnya.(emdonk’red)
Editor : Muchtar Naba
Langsung ke konten














