banner 970x250
banner 970x250 banner 325x300
TNI-POLRI

Kapolri : Itwasum Jangan Ragu Beri Kartu Merah

27
banner 970x250 banner 970x250

MEDIAKTUAL.COM – YOGYA :

banner 468x60

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri rapat koordinasi analisa dan evaluasi (Anev) Inspektorat Pengawasan Umum (Itwasum) Polri, di Yogyakarta, Jumat (17/12/2021).

Sigit menyampaikan pesan dari Presiden Joko Widodo , soal peran utama dari fungsi pengawasan adalah untuk tetap menjamin suatu organisasi berjalan sebagaimana mestinya agar dapat mencapai tujuan yang diharapkan.

“Baik perencanaannya, kesiapan SDM-nya, logistiknya, bagaimana pemanfaatan penggunaan anggaran. Sehingga betul-betul bisa dipertanggungjawabkan. Karena memang basis dari kinerja berbasis anggaran bagaimana pertanggungjawabkan semua, sehingga akuntabel, efektif dan efisien,” tegasnya.

Mantan Kabareskrim Polri itu, mengibaratkan  Itwasum adalah seorang wasit di dalam pertandingan olahraga.

Yang dimana, harus mampu bersikap tegas ketika adanya pelanggaran-pelanggaran yang terjadi.

Sebagai wasit yang tegas, terangSigit, harus tahu kapan mesti mengeluarkan kartu kuning dan kartu merah.

Bahkan, juri lapangan itu juga bisa mengeluarkan pemain dalam suatu pertandingan apabila melakukan pelanggaran yang keras.

“Sehingga pada saat waktunya melihat kapan ini harus diberikan kartu kuning. Rekan-rekan juga tidak ragu-ragu kapan diberikan kartu merah. Bahkan rekan-rekan juga bisa meminta pemain keluar,” katanya

Kapolri meminta , Itwasum Polri untuk bisa beradaptasi dengan perkembangan lingkungan strategis.

Perkembangan teknologi informasi dan tantangan lainnya, kata Sigit, Polri harus bisa cepat beradaptasi dengan hal tersebut.

“Ingat peran Itwasum harus transparan dan akuntabel. Ini menjadi harapan publik yang terus berkembang,” pintanya.

Sigit menyebut,  soal transformasi menuju Polri Presisi di bidang pengawasan yang mencakup pengawasan terhadap seluruh bidang transformasi organisasi, operasional dan pelayanan publik.

Selain itu,  manajemen pengawasan, Sigit menyampaikan harus meliputi, memberikan penjaminan kualitas, memberikan konsultasi, perumusan kebijakan, pengembangan dan perencanaan, memberikan arahan dan bimbingan teknis, serta pendampingan kegiatan.

Sigit menambahkan, Posko Presisi yang dibentuknya masih terus melakukan pengawasan terkait dengan hal tersebut.

Penilaian itu , paparnya, dilaksanakan dalam rangka adanya satu ukuran baik dari kuantitas maupun kualitas.

Saat ini, jelas Sigit, Polri telah memiliki wadah Dumas Presisi dan Dumas Surat.

Makanya, meminta jajarannya agar melakukan tindaklanjut dari pengaduan masyarakat dengan memberikan pelayanan yang responsif, komunikatif, manajemen pengaduan yang baik, petugas yang profesional, perkembangan penanganan dan Hotline pengaduan.

Terkait fenomena itu, Sigit menekankan harus ada proses evaluasi untuk menghilangkan stigma yang berkembang di masyarakat. Menurut Sigit, evaluasi itu menjadi bagian dari Polri dewasa ini yang tidak anti-kritik terhadap masukan dari masyarakat.

“Ini waktunya kita berbenah untuk melakukan hal yang lebih baik. Bagaimana kita melihat perkembangan medsos terkait peristiwa yang diupload. Ini menjadi tugas kita semua,” tegas perwira tinggi kepilisian penyandang 4 bintang dipundak itu.

Sigit menyebut, harus ada jiwa kepemimpinan yang kuat dan melekat di setiap personel Korps Bhayangkara.

Pemimpin, urai Sigit, harus memberikan pelayanan, membawa visi-misi organisasi, memahami lapangan, cepat mengambil keputusan, dan memahami kesulitan anggota.

“Ini harus diberikan pemahaman. Sehingga level manager dari bawah sampai atas  menyesuaikan. Harapan saya menjadi pemimpin melayani bukan dilayani. Jadi tolong dibantu mengawasi,” pungkasnya.(iwan/anwar/cuplis/red)

Editor : SS.Nyampa

banner 325x300 banner 970x250 banner 970x250