Ket.Gambar : Saking dahsyat banjir di bawah jembatan Tol AP.Petta Rani, seorang pengendara motor menarik temannya bermain sky air di jalan raya yang mengganggu pengguna jalan lain.(rep)
——————————————————
MEDIAKTUAL.COM – MAKASSAR :
Banjir dahsyat yang melanda Kota Makassar Sulsel yang hampir merata di sejumlah tempat, memantik keprihatinan publik.
Padahal, selama ini Pemkot Makassar telah berupaya melakukan pengerukan di sepanjang kanal bahkan membenahi drainase, tapi langkah itupun tak mampu membendung alias meredam derasnya banjir yang terjadi beberapa hari lalu.
Kepungan banjir Kota Makassar ini, diakui Walikota Makassar Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto bahwa ini merupakan yang terbesar selama menjabat dua periode.
Yang mengejutkan lagi, walikota berlatar belakang Arsitektur itupun menepis bahwa sebenarnya Makassar itu tidak dilanda banjir tetapi cuma genangan air.
Statemen itulah yang memicu kontroversi di tengahmasyarakat dengan beragam persepsi, opini dan penilaian.
Mirisnya, pernyataan Danny Pomanto seketika ramai jadi bahan pergunjingan dijagat maya (Medsos).
“Ini walikota ngawur ngomongnya. Masa pejabat publik tidak bisa membedakan mana banjir dan genangan. Deh…warga sudah berdarah-darah atasi banjir, bahkan sudah mengungsi, masih saja dianggap enteng, ini cuma genangan. Waduh…yang benar saja. Soal banjir ini memang pemerintah harus hadir, carikan solusi terbaik dan itu tanggungjawabnya,” sorot warga Jl.Toa Daeng.
Ditanya ikwal solusi jangka panjang untuk banjir, Danny menyebut masyarakat perlu beradaptasi.
“Solusi jangka panjang adalah kita harus melatih masyarakat untuk beradaptasi dan mitigasi ini. Misalnya di daerah banjir kita harapkan semua rumah itu dikasih dua lantai. Itu Kalau sanggup,” timpalnya kepada awak media, saat memantau banjir di titik wilayah rawan Biringkanaya dan Tamalanrea.
‘Banjir merupakan bencana yang terjadi di seluruh dunia bukan hanya di Makassar,” terang Danny Pomanto.
Menurutnya, terjadinya banjir bukan karena drainase tidak mampu menampung curah hujan. Hanya saja, memang terjadi yang namanya cuaca ekstrim.
“Apalagi naiknya permukaan air laut kemarin besar sekali. Pulau-pulau hancur semua. Saya dapat laporan itu abrasinya luar biasa masuk ke pulau,” jelas walikota.

BMKG sendiri telah mengeluarkan imbauan untuk terus memonitor perkembangan cuaca, iklim, gelombang laut dan gempa bumi serta peringatan dini kondisi ekstrim.
“Memasuki periode Natal 2021 & Tahun Baru 2022, BMKG mengimbau kepada seluruh mitra K/L, pemerintah daerah dan stakeholder, serta masyarakat untuk terus memonitor perkembangan cuaca, iklim, dan gempa bumi, serta peringatan dini kondisi ekstrem,” tulis BMKG.
Dijelaskan, prospek/prediksi curah hujan di wilayah Indonesia pada bulan Desember 2021 dan Januari 2022 dimana terdapat periode Natal dan Tahun Baru menunjukkan bahwa curah hujan pada umumnya berada pada kategori menenggah hingga tinggi (100-500 mm per bulan).
“Meningkatkan kewaspadaan di daerah-daerah yang rawan terhadap bencana geo-hidrometeorologi,” pintanya.(red)
Pewarta : Emba/Mansur/Sol Jois
Editor : Rukli R OmCos
Langsung ke konten














