banner 970x250
banner 970x250 banner 325x300
PENDIDIKAN

Mengajar Dikondisi Kini Kian Sarat Tantangan

65
banner 970x250 banner 970x250

Guru Sitti Nurmuliana, S.Pd Berultah ke-36

banner 468x60

MEDIAKTUAL.COM – MAKASSAR :

Kegiatan proses belajar mengajar yang terjadi dikelas kedengarannya sangatlah sederhana kejadiannya.

Tidak sedikit masyarakat punya pemahaman sangat dangkal.

Dia menilai,  PBM, dimana seorang guru hanya berdiri didepan kelas, didepan bangku murid dan sang guru menerangkan pelajaran sesuai roster belajar.

“Ini yang keliru dan kadang orang melihat sepele profesi guru ” ujar Sitti Nurmuliana S.P.d, dari SD Inpres Layang bertingkat Kota Makassar.

Kata guru yang tahun 2021 ini berhasil menembus satu jata SK PNS setelah kurang lebih sebelas tahun mengabdi selaku honor,  masyarakat tidak begitu tahu bahwa guru yang baik selain mengajar, dia juga harus mampu membina, menuntun dan mendidik anak murid dalam berbagai hal yang berkaitan dengan sikap dan perilaku.

Dengan begiti, anak didik mampu berinteraksi secara normal diluar jam sekolah.

” Inilah tanggungjawab yang tidak ringan. Kalau sekedar memberikan materi tentu tidak sulit, bekal untuk mengajar sudah kami miliki, ” tandas S.Nurmuliana, yang sehari-harinya berhadapan dengan murid kelas VI.

Dikatakan, dikondisi kini proses belajar mengajar kian syarat dengan tantangan, baik sifatnya internal berupa sikap dan karakter anak didik yang majemuk serta potensinya telah bergeser.

Untuk externa, katanya,  lebih berbahaya lagi dan sangat besar pengaruhnya.

Penyebabnya, karena perkembangan teknologi yang memaksa anak didik masuk dirongganya, seperti HP dengan berbagai aplikasi yang disiapkan, melahirkan murid murid tidak punya analisa yang sistimatis dari mata pelajaran yang dihadapi.

Mengapa, ya tinggal klik aplikasi seluruh uraian dan jawaban yang diminta langsung terjawab.kondisi ini sangat mencemaskan akan perkembangan anak didik kita kedepan.

Lalu solusinya ? Menurut Nurmuliana yang mulai mengabdi 2017 di SD Utara Kota dibawah komando Hj .A.lili Suratin S.Pd.M.Pd bahws untuk mengatasi agar anak didik tidak terjebak atau korban teknologi canggih.

Artinya, terang dia,, orang tua, guru dan pemerintah harus kerjasama secara kontruktif agar penggunaan HP atau alat digital lainnya terhadap murid dikurangi pemakaian, baik disekolah terlebih dirumah atau diluar jam belajar.

“Ini harus dilakukan pengawasan ketat dari ketiga komponen diatas, ” saya pikir tinggal ini jalannya, jika kita ingin meminimalkan pengaruh teknologi,” jelas Nurmuliana, sosok guru yang cukup smart dan feminim itu.

Terkait pengaruh pandemi Covid, spontan diakui sangat besar.

Efektifitas mengajar jauh lebih baik hasilnya bertatap muka ketimbang secara Daring atau virtual.

Namun, sebagai abdi negara tentunya upaya maksimal tetap diusahakan.

“Alhamdulillah, kini sudah diperbolehkan tatap muka, mudah mudahan ketertinggalan selama ini bisa teratasi,” paparnya penuh harap.

Sitti Nurmuliana, yang kebetulam hari ini berulang tahun (19/11) ke 36 tahun menghimbau agar anak didik tetap mematuhi protokol kesehatan yang dianjurkan selama pembelajaran tatap muka.

“Ingat, kesehatan sangat berharga mari kita jaga bersama dengan tertib,” tuturnya.(AH/red)

banner 325x300 banner 970x250 banner 970x250