Ket.Gambar : Ustadz Prof H.Abdul Somad memberikan Tausiah Maulid dihadapan ribuan jamaah menyemut di Masjid Agung Belokallong, Selasa 9 Nopember 2021.(rep)
—————————————————–
Ribuan Jamaah Menyemut Sambut UAS di Jeneponto
MEDIAKTUAL.COM – JENEPONTO :
Penasaran ingin melihat langsung sosok ulama dan penceramah kondang Ustadz H.Abdul Somad (UAS), ribuan masyarakat Jeneponto atau jamaah tampak antusias dan rela berdesak-desakan menyambutnya di Masjid Agung Belokallong Kel.Balang Toa Kec.Binamu, Selasa 9 Nopember 2021.
Kedatangan UAS di daerah berjuluk Butta Turatea yakni memberikan Tausiah Akbar terkait perayaan Maulid Nabi Besar Mihamnad SAW.
Jamaah yang menyemut di area Masjid Agung, seketika menjadi riuh begitu Sang Ulama Kharismatik itu turun dari mobil disambut dengan pekikan Takbir ‘Allahu Akbar’.
Dihadapan ribuan jamaah yang meluber sampai dipekarangan Masjid, UAS penyandang gelar ‘Prof’ itu mengapresiasi upaya dan wujud kerjasama dari Ulil Amri pemerintah daerah dengan para alim ulama sehingga terwujudnya maulid nabi pada petang ini.
“InshaAllah semua yang kita lakukan ini mendapatkan syafaat Nabi Muhammad. SAW,” ujarnya.
Penceramah kelahiran Asanan Sumut 18 Mei 1977 itu, menyebut mengapa orang Jeneponto kuat-kuat, ramai ramai.
“Kenapa begitu ya arena makanannya luar biasa yaitu kuda,” ucap Abdul Somad.
Dikatakan, apa rahasianya sehingga orang Jeneponto menjadi orang baik, menjadi orang Sholeh, meramaikan Madjid, memakmurkan rumah Allah datang maulid nabi, mencintai ulama.
“Ingat, rahasianya pemimpin yang adil. Karena kalau pemimpinnya yang hobi penyanyi dangdut akan diundang artis rok pendek, mesjid kosong, yang ramai tanah lapang, pentasnya tinggi, hancur masyarakat ini sehingga dihadirkanlah para alim ulama para ustazd para guruta, para Kyai datang,” terangnya.
UAS menyatakan, kalau mau suatu daerah itu baik adalah mesti memakmurkan mesjid.
“Caranya, cinta Nabi Muhammad dengan Maulid, ramai menyambut Isra Mi’raj, kaum berhijrah, malam Nudzulul Qur’an sambut tahun baru namun jika Masjid kosong maka satu negeri itu terlaknat, kepala desanya dilaknat, RT-RWnya dilaknat, camatnya dilaknat udah sampai disitu aja,” bebernya sesekali membuat guyonan
Dikatakan, Jeneponto akan tetap dirahmati oleh Allah SWT kalau Memakmurkan Masjid.
“Selagi tanda tanganmu masih laku, selagi kamu masih punya jabatan pakailah untuk menolong agama Allah. Jangan nanti ketika tidak ada jabatan tak ada kekuasaan barulah datang ke Masjid lalu teriak mana yang kita mau bangun,” sentil Abdul Somad, dosen di berbagai PTN di Provinsi Riau.
Ustadz jebolan perguruan tinggi di Mesir dan Maroko inipun berkisah, ada satu Masjid yang terkendala, tidak selesai, atapnya tidak terpasang, kubahnya hanya seng lapuk, lantainya belum selesai, datang ustazd penceramah, bersedekahlah, berinfaklah, berwakaflah.

“Nah, siap atau tidak, selesai atau tidak. Kira-kira pentinglah pemimpin yang memperhatikan Masjid. Kalau cinta kepada Nabi Muhammad SAW tolonglah agama Allah dengan jabatan, kekuasaan dan harta kita,” pintanya mengingatkan.
Artinya, jelas Abdul Somad lagi dengan kekuasaan tanda tangan, dengan APBD dengan APBN tidak perlu bersuara keras, tidak perlu berteriak hanya cukup dengan satu tarikan tanda tangan maka bantu dan makmurkanlah Masjid.
Sebelumnya, Bupati Jeneponti H. Iksan Iskandar menyampaikan bahwa kehadiran Ustadz Abdul Somad menjadi cooling system (penyejuk) ditengah pandemi covid yang menerpa kabupaten Jeneponto.
Makanya,bupati dua periode itu memberi apresiasi dan penghargaan atas kesediaannya hadir di tengan masyarakat Jeneponto.
“Kehadiran ulama besar yang kita cintai akan memberikan semangat sekaligus sebagai vaksin rohani dalam menghadapi pandemi covid-19,” aku Iksan Iskandar.
Yang patut diapresiasi, para jamaah yang hadir dijaga ketat aparat keamanan debgan mematuhi protokol kesehatan.
Turut hadir, Sekda Jeneponto, jajaran Forkopimda, para kepala OPD, Tokoh Ulama, Lembaga Keagamaan, tomas fan undangan lainnya.(dirwan/rir/red)
REDAKTUR : Mustafa
Langsung ke konten














