Ket.Gambar : Bupati DR.Ilham Azikin bersama Kepala Bapinda Sulsel Brigjen TNI Dwi Suryatmojo mengikuti dialog Presiden Jokowi terkait vaksinasi massal pelajar dan santri secars virtual.(rep)
————————————————
Pemkab dan BIN Komit Tekan Sebaran Hoaks
MEDIAKTUAL.COM BANTAENG :
Upaya memenuhi target vaksinasi secara nasional, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo intens mengunjungi sejumlah daerah di tanah air.
Untuk program vaksinasi massal bagi pelajar dan santri, Jokowi terbang ke Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), Kamis 15 September.
Di provinsi berjuluk Serambi Mekkah itu, presiden memantau langsung vaksinasi di Ponpes Dayah Istiqamatuddin, Darul Mu’Arrif Kabupaten Aceh Besar, sekaligus berdialog langsung dengan 6 ponpes di berbagai daerah, termasuk kegiatan vaksinasi di Ponpes DDI Mattoanging Kabupaten Bantaeng, satu-satunya daerah yang mewakili Provinsi Sulsel.
Khusus vaksinasi pelajar dan santri di Kab.Bantaeng, Jokowi mengaku kagum dengan upaya vaksinasi pelajar yang dilakukan bersama antara pemkab dan Badan Intelijen Negara (BIN), dengan jumlah cukup besar sebanyak 3.000 pelajar.

Disaksikan Bupati Bantaeng H.Ilham Syah Azikin dan Kepala Badan Intelijen Negara Daerah (Kabinda) Sulsel Brigjen (Tni) Dwi Suryatmojo, Presiden bertanya berapa yang mulai divaksin?
“Ada 3000 Pak, jawab Abd.Haris, Lc, pimpinan Pondok DDI Mattoanging.
Mendengar itu, Jokowi menyatakan bagus, jumlahnya besar, semoga lekas tuntas semuanya agar bisa aman dari bahaya Covid.
Hal lain, Bupati Ilham Azikin menyatakan, upaya vaksinasi di Kabupaten Bantaeng memang terus digalakkan selama ini.
“Upaya vaksinasi mulai dari pelajar sampai mereka yang lanjut usia terus kita lakukan. Kita melibatkan semua elemen untuk vaksinasi ini. Mulai dari kelompok-kelompok pelajar dan organisasi kemahasiswaan lainnya,” ungkapnya.
Soal kendala vaksinasi, bupati lulusan IPDN/STPDN mengakui hampir tidak ada.
Hanya saja, katanya, sosialisasi terkait dengan vaksinasi ini terus dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, termasuk sosialisasi vaksinasi terus dilakukan pemerintah untuk menekan sebaran hoaks ini.
Vaksinasi pelajar secara serentak ini, dilakukan Pemkab Bantaeng bersama dengan Badan Intelijen Negara (BIN).
Ada empat titik vaksinasi yang dilakukan. Selain di DDI Mattoangin, vaksinasi pelajar secara serentak juga dilakukan di tiga titik lainnya di Bantaeng. Ketiganya adalah SMK 1 Bantaeng, SMP 1 Pa’jukukang, dan Ponpes Al Furqon Ereng – Ereng.
DR.Iham Syah Azikin mengaku bersyukur bisa berinteraksi secara langsung dengan Presiden RI.
“Alhamdulillah, semoga kegiatan ini menjadi ikhtiar kira bersama untuk Indonesia Sehat, Indonesia Hebat dan Bantaeng Baik,” harap bupati yang yang dikenal inspiratif dan inovatif itu.
Disebutkan, vaksinasi massal ini akan terus dilakukan di berbagai titik di Bantaeng. Mulai dari tempat ibadah, sampai tempat umum lainnya akan tersentuh sosialisasi vaksin.
“Dari data yang kami dapatkan, kasus kematian akibat Covid-19 di Bantaeng itu mencapai 27 orang. Sebanyak 23 orang itu ternyata belum pernah vaksin,” beber Ilham Azikin.
Untuk itu, bupatii berharap, dengan vaksinasi massal di kalangan ini, maka model belajar tatap muka dapat terus dilakukan.
Asumsinya, hal itu dipercaya dapat mencegah dan melindungi pelajar dari bahaya Covid-19.
“Semoga dengan adanya vaksinasi massal ini, kita semua terlindungi dari paparan covid 19, sehingga tatap muka dengan guru dan santri bisa terus dilaksanakan,” pumgkasnya.
Sementara itu, Kepala Badan Intelijen Negara Daerah (Kabinda) Sulsel, Brigjen TNI Dwi Suryatmojo mengaku memberikan apresiasi terhadap Pemkab Bantaeng yang terus berupaya melakukan sosialisasi dan vaksinasi ke masyarakat.

Diakui, masyarakat di Bantaeng sudah sadar akan pentingnya vaksinasi.Tetapi sosialisasi tidak boleh putus.
Brigjen Dwi berjanji, BIN akan ikut membantu Pemkab Bantaeng untuk melakukan sosialisasi vaksinasi secara simultan.
“Kita sudah berdiskusi dengan Bupati Bantaeng bahwa ruang sosialisasi ini yang kerap menjadi kendalanya adalah akibat hoaks-hoaks yang beredar,” katanya.
Dikatakan, sosialisasi dan vaksinasi akan terus dilakukan oleh BIN bersama dengan Pemkab Bantaeng.
Hal ini, terus dilakukan sebanyak tiga kali dalam satu minggu hingga akhir tahun mendatang.
“Target tiap hari itu kita mencapai 5.000 orang. Sehingga, dalam seminggu kita bisa menyentuh 15 ribu orang. Kita akan pantau secara simultan sampai kondisinya membaik dan masyarakat mulai sadar akan pentingnya vaksin,” tukas Kepala Bapinda Sulsel.
Selain di Aceh dan Bantaeng Sulsel, Presiden Jokowi juga memantau vaksinasi di Ponpes Modern Al-Kautsar Pekambaru, Ponpes Al-Fathamiyah Karawang, Ponpes Darussalam Banyumas, Ponpes Modern Al-Rifa’ie 2 Malang dan Ponpes Asy Syuhada Pelaihari Tanah Laut.
PEMRED : Ardi Tahir
Langsung ke konten














