Ket.Gambar : Bupati H.Ilham Azikin betsama Syekh Muhamnad Jaber melakukan peletakan batu pertama pembangunan Rumah Tahfidzul Quran Kalimbaung Bantaeng.(ist)
———————————————–
Bupati Ilham Azikin dapat hadiah MUDD dari Syekh Muh Jaber
MEDIAKTUAL.COM – BANTAENG :
Mendapat kunjumgan salah seorang tokoh kharismatik dan ahli Agama Islam, tentu menjadi kehormatan dan kebanggaan tersediri bagi Pemkab Bantaeng dan masyarakat.
Di daerah berjuluk Butta Toa, Bupati Bantaeng H.Ilham Azikin melaksanakan Shalat subuh bersama jamaah lainnya dan mendengarkan ceramah Syekh Muhammad Jaber, di Masjid Rahmatullah Kalimbaung Kecamatan Bantaeng, Sabtu 4 September 2021.
Dalam ceramahnya, dia memberikan apresiasi terhadap pemerintah Kabupaten Bantaeng yang senantiasa berupaya meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) masyarakat Bantaeng.

Bahkan, mengaku senang jika pemerintah terus berupaya membumikan Al Qur’an.
“Saya dengar disini sudah ada upaya untuk menghadirkan satu Tahfidz satu desa. Ini amalan yang cerdas, karena sesungguhnya, Allah SWT akan memuliakan suatu kaum karena Al Qur’an,” terang Syekh Muhammad Jaber.
Sementara itu, Bupati Ilham Azikin mengaku berterima kasih atas kunjungan Syekh Muhammad Jaber ini.
“Kunjungan ini adalah sebuah kehormatan dan kebaikan untuk masyarakat Bantaeng. Melalui Syekh, kita bisa mendengarkan langsung pencerahan-pencerahan agama untuk kita semua,” katanya.
Secara khusus, bupati bergelar Doktor Administrasi Publik UNM Makassar itu, mendapat hadiah khusus dari Syekh Muhammad Jaber, berupa MUDD.
Sebagaimana diketahui, Syekh Muh Jaber, selain dikenal Ahli Agama juga menjadi Imam Masjid Madinah sejak remaja.
Pemberian Mudd sendiri, merupakan cawan yang menjadi alat takar yang digunakan oleh Nabi Muhamad SAW untuk fitrah, berwudhu, mandi, makan, dan lain-lain dalam kehidupan sehari-hari.
Mudd Uswati dari Syekh Muhammad Jaber ini telah melalui sejumlah penelitian dan bersertifikasi.
Syekh Muhammad Jaber menyebut, tidak banyak orang di dunia ini yang memiliki Mudd itu.

Baginya, Mudd adalah salah satu sunnah yang hampir mati. Oleh karena itu, menggunakan Mudd adalah sebuah kemuliaan.
“Menggunakan Mudd ini berarti kita telah berupaya menghidupkan kembali sunnah yang hampir mati ini,” ungkap Syekh Muhammad Jaber.
Saudara Mendiang Syekh Ali Jaber, Sang Pencerah atay Mubalig kondang di Indonesia itu, juga melakukan peletakan batu pertama bersama dengan Bupati Ilham Azikin, terkait pembangunan Rumah Tahfidzul Quran Kalimbaung.(r/pemred)
Langsung ke konten














