banner 970x250
banner 970x250 banner 325x300
SKANDAL

Maut Menjemput di Lereng Bawakaraeng

89
banner 970x250 banner 970x250

Tiga Orang Pendaki Meninggal Dunia

banner 468x60

MEDIAKTUAL.COM – GOWA :

Lagi dan lagi, nyawa manusia begitu murah melayanh hanya karena modal nekat ingin mengibarkan Bendera Merah Putih di puncak Gunung Bawakaraeng Kec.Tinggimoncong Kab.Gowa Sulsel.

Maklum, setiap tahun memperingati HUT Kemerdekaan RI,  para pendaki yang berasal dari berbagai kelompok pecinta alam di daerah Sulsel, berbondong-bondong datang menyusuri lereng Bawakaraeng, meskipun itu beresiko besar gegara cuaca yang kurang bersahabat.

Pada momen HUT RI ke-76 tahun 2021 ini, toh petaka pun datang.

Dari ratusan orang yang mencoba menaklukkan puncak Bawakaraeng, justeru tiga pendaki ditemukan meninggal dunia di lokssi yang berbeda-beda.

Ket.Gambar : Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab.Gowa Drs.Ikhsan Parawansa, M.Si.(dok)

————————————————

Tiga korban pendakian tersebut, diyakini karena faktor hipotermia alias penurunan suhu tubuh akibat kedinginan.

Sebelumnya, pihak Kepolisian dan Basarnas menemukan hanya ada dua orang meninggal, warga Gowa bernama Stiven dan Rian.

“Yang satu atas nama Zaenal. Jadi totalnya tiga orang secara keseluruhan,” kata Kapolsek Tinggimoncong Iptu Hasan Fadhly (19/8/2021).

Wahyudi, salah seorang rekan korban melaporkan ke tim SAR bahwa salah seorang anggota rombongan pendaki meninggal dunia.

“Saya turun ke tim Basarnas dan menyampaikan bahwa ada teman saya meninggal di atas pos 6. Dan, jenazah yang dievakuasi itu bernama Zaenal,” ungkapnya.

Kapolsek Tinggimoncong menyebut,   jenazah Stiven lebih dulu dievakuasi dari kawasan sekitar pos 7 jalur pendakian.

Sedangkan, Zainal meninggal di antara pos 6 dan 5.

“Intinya,  tiga korban yang meninggal dunia ini saling kenal satu dama lain. Itu berdasar dari pengakuan teman-temannya yang lain,” jelas Iptu Hasan.

Dari informasi yang dihimoun dari sesama pendaki, Tim SAR Gabungan menemukan jenazah Rian diantara pos 6 ke Pos 5 jalur Buluballea selanjutnya dievakuasi ke Puskesmas Tinggimoncong.

Dari 8 pemuda Gowa yang melakukan ekspedisi ke Gunung Bawakaraeng, terang kapolsek, ada 3 yang meninggal dunia, sementara 5 lainnya selamat.

Sementara itu, Kepala Basarnas Sulsel Djunaidi membenarkan, penemuan tiga korban pendaki asal Gowa.

“Korban ditemukan pukul 20.40 Wita sekitar 500 meter dari Pos 5 dalam keadaan meninggal dunia,” ungkapnya.

Hasil penelusuran aparat, jelas Junaidi,  terkuak fakta bahwa ternyata jenazah Rian ditinggalkan oleh teman sependakiannya di sekitar Pos 5.

Proses pencarian dan evakuasi berlangsung dramatis, karena kondisi sudah gelap dan cuaca di wilayah Gunung Bawakaraeng yang ekstrem.

Dikatakan, tiga pendaki itu diduga tidak bisa bertahan lantaran mengalami hipotermia berat.

“Cuaca ekstrem dan ketidaksiapan Pendaki manjadi faktor penyebab banyak korban meninggal dunia,” tutur Djunaidi.

Secara terpisah, Kepala BPBD Kabupaten Gowa Drs.Ikhsan Parawansa, M.Si yang ditemui sebelum dihelat peringatan HUT RI ke-76 bahwa, pihaknya setiap tahun  rutin menurunkan personel untuk mengamankan masyarakat yang ingin mendaki di kawasan Gunung Bawakaraeng.

“Kalau dari personil kita (BPBD) setiap saat selalu siap siaga menjaga dan mengamankan warga yang hendak mendaki. Momennya, bukan untuk peringatan 17 Agustus saja, tapi perhelatan lain seperti Hari Sumpah Oemuda, Hari Pahlawan, Idul Adha dan yang lainnya, orang-orang pecinta alam ini sangat antusias dan membludak datang dengan sasaran ingin kepuncak gunung. Nah, ini yang menyulitkan kita karena jumlah personel  dan sarana terbatas, sementara mereka-mereka harus dicegat karena kondisi ekstrem. Belum lagi, potensi terjadinya kerumunan massa sementara kita berupaya memutus mata rantai covid-19. Tapi, ya namanya tupoksi kita, segala keterbatasan itu tentu harus dijalani,” ujar pejabat yang dikenal supel itu.(dirwan/ical/red)

KORLIP : Saiful Emba

banner 970x250 banner 970x250