Ikwal Pembebasan Proyek RS Pratama Bontonompo
MEDIAKTUAL.COM – GOWA :
Lokasi Proyek Pembangunan Rumah Sakit (RS) Pratama yang terletak di area bekas Kantor Anrong Guru Bontonompo berubah Kantor Camat dan Rumah Jabatan Camat, jadi obyek unjuk rasa, bahan publis ekspos media Online cetak lantaran menuai protes pemilik lahan yang disinyalir kinerja Tim pengadaan tanah amburadul dan tidak transparan ungkap sejumlah pendemo di lokasi RS PRATAMA di hari Kamis (19/8) sekitar jam 11.00 di Kelurahan Tamallayang Kec.Bontonompo Gowa Sulsel.
Demo Aspirasi Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (APMI)via Jenderal Lapangan, Ainun yang juru bicara antara lain, Asrul mendampingi pemilik lahan Rabisa Dg Caya bersama anaknya, Herlina bergabung ahli waris Suma Bin Palewang, Hijriani, S.Pd bersepupu turut menyertai APMI meluncur menemui Kepala Dinas Perumahan, Wilayah Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Gowa, Drs.Abdullah Sirajuddin.
Pengunjuk rasa APMI mewakili Rabisa Dg Caya bergabung kelompok Hijriani ahli waris Suma Bin Palewang yang memiliki lahan seluas 0,8 Ha no.2499 CI no.blok 235,DI, kelas desa I menuntut pembebasan tanahnya bersamaan keluarga Rabisa di Dinas Pertarkim Gowa di hari yang sama sekitar jam 13.30.
Ironisnya, pengunjuk rasa menilai Kadis Pertarkim Gowa, Drs.Abdullah Sirajuddin dalam Penerimaannya, tidak transparan (terbuka) menyembunyikan sesuatu yang di minta pelaku demo misal, taksasi harga pembebasan senilai Rp.380.000/meter siapa pemeran, munculnya Akta Jual Beli (AJB) yang enggan ditunjukkan meskipun foto copy dan kenapa bisa salah bayar pembebasan tanah milik rincik, Makka yang diterima Silahuddin Dg Ngago?

Sejumlah pertanyaan yang menuntut Kadis Pertarkim Gowa, terlebih yang diajukan Ketua DPP Poros Rakyat Indonesia (PRI), M.Jafar Sainuddin Dg Ngemba, tak nyambung, apalagi tuntas, ibarat bambu tak ketemu ruas?
Maka tak heran kalau pengunjuk rasa, APMI mendesak mundur bahkan dicopot dari Jabatan Kadis Perkimtan Gowa, Drs.Abdullah Sirajuddin.
Menurutnya, kinerja Kadis Pertarkim Gowa tidak proporsional dan profesional kalau enggan di sebut amburadul. (Omank/red)
Langsung ke konten














