Mentan SYL : Sulsel Mampu Berkolaborasi Genjot Ekspor
MEDIAKTUAL.COM – JAKARTA :
Sebagai negara produsen hasil pertanian terbesar dunia, wajar saja jika Indonesia melakukan ekspor ke berbagai manca negara.
Saking melimpahnya produksi hasil pertanian tersebut, pemerintah pun bergingsut kebijakan untuk melakukan ekspor di tengah pandemo covid yang belum landai sampai saat ini.
Publik pun dibuat terhenyak dan beragam pertanyaan sontak menggelinding.
‘Apa betul saat ini rakyat Indonesia sudah ‘merdeka’ akan kebutuhan pangan khususnya hasil pertanian ?
Tidakkah, di wilayah pesisir dan di lereng-lereng gunung nun jauh disana bahkan di perkotaan sendiri, masih saja terngiang dan menjerit soal kebutuhan perut yang belum merata diberikan di masa pandemi covid ?

Ket.Gambar : Presiden Jokowi pantau stok beras di sebuah Gudang Bulog, apakah berkualitas atau masih saja ditemukan kutu beras.(rep)
————————————————–
Artinya, upaya ekspor ini memang penting untuk menambah pundi-pundi devisa negara, selama stok atau kebutuhan dalam negeri itu sudah berlebih.
Pertanyaannya sekarang, apakah kebutuhan pangan atau hasil-hasil pertanian secara umum, sudah memenuhi kebutuhan rakyat yang kondisi hidupnya saat ini terpuruk gegara dampak covid ?
Menjawab keterpurukan kondisi ekonomi rakyat saat ini, setidaknya pemerintah lah yang lebih yahu karena mengantongi data valid dan bukan berdasar laporan Asal Bapak Senang (ABS).
Terlepas dari sorotan dan kritikan yang muncul di tengah publij, kini
Kementerian Pertanian mengekspor hasil pertanian secara serentak melalui program Merdeka Ekspor Pertanian.
Pelepasannya, dilakukan langsung Presiden Jokowi melaluivirtual dari Istana Bogor, Sabtu 14 Agustus 2021
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menyebutkan, nilai ekspor yang dilepas dalam program ini mencapai 627,4 juta ton dengan nilai Rp7,29 triliun dari beberapa komoditas.
Rinciannya, terang dia, yakni komoditas perkebunan 564,6 juta ton senilai Rp6,1 triliun. Tanaman pangan 4,3 juta ton senilai Rp139,4 miliar, hortikultura 7,2 juta ton senilai Rp235,2 miliar. Peternakan 4,0 juta ton senilai Rp293,7 miliar, dan beberapa komoditas lainnya senilai Rp510,8 miliar.
SYL menyatakan, provinsi penyumbang ekspor tertinggi yakni Jawa Timur, dengan nilai Rp1,3 triliun melalui Terminal Peti Kemas, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.
Pelepasan Ekspor Merdeka Pertanian ini, dilakukan secara serentak dari 17 pintu merdeka ekspor.

Ket.Gambar : Plt.Gubernur Sulsel mengikuti pelepasan Merdeka Ekspor hasil pertanian secara virtual yang dilakukan Presiden Jokowi, Sabtu 14 Agustus 2021.(rep)
————————————————
Baik melalui pelabuhan laut maupun bandar udara di 15 provinsi dan dua kabupaten/kota. Antara lain DKI Jakarta, Banten, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan. Kalimantan Timur, Riau, Lampung, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Jambi, Sumatera Barat. Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, Kota Batam, dan Kabupaten Batu Bara.
Negara tujuan utama ekspor tersebut, yakni China, Amerika Serikat, India, Jepang, Korea Selatan, Thailand, Malaysia.
“Ekspor ini dilakukan secara bertahao, selanjutnya dikirim ke Inggris, Jerman, Rusia, Uni Emirat Arab, Pakistan, dan beberapa negara lainnya.
Kegiatan ekspor ini,diapresiasi Presiden Jokowi sekaligus memberikan penghargaan dan apresiasi kepada para petani, peternak, pekebun. Karena pelaku usaha agribisnis, dan pemangku kepentingan pertanian yang selama masa pandemi telah bekerja keras.
“Sektor pertanian adalah salah satu sektor yang mampu bertahan dari hantaman pandemi. Ekspor pertanian di tahun 2020 mencapai Rp451,8 triliun naik 15,79% dibandingkan tahun 2019 yang angkanya Rp390,16 triliun. Kemudian semester I-2021 dari Januari sampai dengan Juli 2021, ekspor mencapai Rp282,86 triliun. Atau naik 14,05% dibandingkan periode yang sama tahun 2020, yaitu sebesar Rp202,05 triliun,” beber presiden.
“Ini semua bisa memacu semangat petani-petani kita untuk tetap produktif pada masa pandemi,” pungkas Jokowi.
Ekspor Dari Sulsel
Plt Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menginginkan dan terus mendorong agar ekspor sektor pertanian dapat menyalip atau mendahului ekspor sektor pertambangan.
Kepercayaan tersebut, melihat catatan ekspor Sulsel dalam beberapa tahun terakhir ini, dimana ekspor sektor pertanian meningkat luar biasa.
“Alhamdulillah pertanian ini luar biasa peningkatan dari tahun ke tahun, Sulsel meningkat luar biasa sekali, ” kata Sudirman Sulaiman pada acara Ekspor Merdeka yang dilepas oleh Presiden Joko Widodo.
Dengan hasil pertanian Sulsel itu, mendapat pujian dari Menteri Pertanian, Syarul Yasin Limpo (SYL), karena mampu berkolaborasi meningkatkan ekspor.
Menurut SYL, ekspor ini menjadi momentum yang baik bagi petani dalam meningkatkan kesejahteraannya. Pangan menjadi keunggulan Sulsel.
Dikatakan, dalam jumlah produksi beras yang surplus, dimana penggilingan dan gudang penuh, maka langkah selanjutnya adalah melakukan mobilisasi nasional beras Sulsel ke provinsi lain, termasukuntuk ekspor.
“Sulsel menjadi pintu bagi banyak sektor, termasuk pertanian. Artinya banyak hal yang gatenya harus di Sulsel. Sulsel tidak boleh lagi mengandalkan tambang-tambang,” pesan Mentan kepada Plt.Gubernur Sulsel.(red)
REDAKTUR : Mustafa
Langsung ke konten














