SYL : Jangan Main-main Soal Pertanian
MEDIAKTUAL.COM.- GOWA :
Di masa pandemi covid saat ini, persoalan pangan khususnya pembangunan pertanian, menjadi hal urgen dan fundamental dalam meningkatlan pertumbuhan ekonomi nasional.
Makanya, diingatkan jangan coba bermain-main dengan masalah pertanian.
Hal yersebut, ditegaskan Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo (SYL), saat menghadiri acara kegiatan Sertifikasi Kompetensi Penyuluh THL-TBPP Tahun 2021, berlangsung di Kampus Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Kabupaten Gowa, awal Agustus 2021.
Mantan Gubernur Sulsel dua periode itu mengingatkan bahwa,
Bidang Pertanian bukan hanya untuk makan saja tetapi pertanian adalah lahan pekerjaan.
‘Ingat, pertanian adalah lapangan kerja dan masalah ekonomi. Pertanian tidak hanya untuk makan saja, tapi pertanian adalah lapangan kerja, masalah sosial, ekonomi, pemerintahan, bahkan pertanian adalah masalah politik,” terang SYL.
Menurut mentan, kenapa dirinya menekankan bahwa masalah pertanian mesti diseriusi dan tidak boleh main-main untuk dikerjakan.
Itu semua, katanya, karena segala sesuatu tidak akan berjalan tanpa pertanian.
“Bisakah kesehatan berjalan tanpa makanan, ekonomi berjalan tanpa makanan, bisakah tata kelola bahkan politik berjalan tanpa makanan, tentu semua butuh pertanian,” pungkas Mentan dengan khasnya pidatonya yang mengundang decak kagum.
Dihadapan para tenaga penyuluh, SYL memberikan spirit dan motivasi agar penyuluh memiliki ilmu dan skill pertanian yang hebat.
Artinya, pinta mentan, bagaimama setiap minggu para penyuluh bisa menghubunginya melalui aplikasi yang ada di Kementerian Pertanian.
“Yang harus dimiliki, penyuluh tidak boleh gaptek, minimal bisa komunikasi lewat zoom meeting, atau video call, Twitter, bahkan dengan Instagram. Penyuluh juga harus bertiktok, artinya tiktoknya penyuluh tentang pertanianlah,” harapnya disambut tepukan hadirin.
Hal lain, SYL meminta agar para penyuluh bisa memanfaatkan teknologi seperti handphone.
Pasalnya, banyak yang bisa dimanfaatkan seperti fitur yang ada pada smartphone.
Mentan yang juga mantan Bupati Gowa itu menyebut, penyuluh merupakan pendamping petani dan sumber informasi petani.

“Bagaimana kondisi petani itu tergantung penyuluh, kalau penyuluhnya sakit-sakit. Sakit sakit juga pertaniannya,” katanya.
Dikatakan mentan, prnyuluh itu adalah alat komunikator, integrator, motivator bagi petani.
“Kita menghadapi Covid-19 tidak boleh kalah, kita tidak berani-berani amat tapi jangan takut karena kita harus bekerja dan terus berakselerasi,” pungkasnya.
Ditegaskan SYL, di bidang pertanian tidak boleh takut menghadapi tantangan yang ada.
“Artinya berani amat tidak, tapi tidak boleh takut. Tentu tetap menggunakan akal dan pikiran. Jadi, intinya pertanian tidak boleh berhenti,” tutur Mentan pemuh harap.(red)
JURNALIS : Muh Yusuf
REDAKTUR : Mustafa
Langsung ke konten














