banner 970x250
banner 970x250 banner 325x300
EKOBISPAR

Bendung Gilireng Wajo Rampung

67
banner 970x250 banner 970x250

MEDIAKTUAL.COM – WAJO :

banner 468x60

Untuk meningkatkan produksi dan ketahanan pangan nasional, pemerintah teru membangun bendungan dan irigasi baru di sejumlah daerah di Indonesia.

Pada medio tahun 2021 ini, salah satu pembangunan yang sudah rampung yakni Bendung Gilireng di Desa Arajang, Kecamatan Gilireng, Kabupaten Wajo, Provinsi Sulawesi Selatan.

Proyek bendung yang dialiri dari Bendungan Passeloreng itu, merupakan program  Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam hal ini Ditjen Sumber Daya Air .

Bendung Gilireng yang mulai dibangun sejak tahun 2018, akan dimanfaatkan untuk mengairi daerah irigasi Gilireng seluas 8.510 ha.

Diharapkan, akan embantu petani dalam meningkatkan intensitas tanamnya dari 112 % menjadi 300 %, dengan pola tanam padi – padi – palawija.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, Kementerian PUPR telah membangun banyak bendungan/bendung di berbagai daerah dan selanjutnya akan diikuti dengan pengembangan serta  pengelolaan jaringan irigasi, untuk dapat  menunjang produktivitas sentra-sentra pertanian.

Harapannya, dengan meningkatnya produktivitas pertanian, juga dapat membantu pemulihan ekonomi pasca Pandemi COVID-19.

“Pembangunan bendungan diikuti oleh pembangunan jaringan irigasinya. Dengan demikian, bendungan yang dibangun dengan biaya besar dapat memberikan manfaat yang nyata, dimana air akan mengalir sampai ke sawah-sawah milik petani,” terang Basuki beberapa waktu lalu.

Bendung Gilireng dibangun Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang tersebut, memiliki lebar 50 meter dengan debit intake sebesar 16,34 m3/detik.

Adapun kontraktor pelaksana KSO PT. Adhi Karya – PT. Jaya dengan anggaran senilai Rp 199 miliar, sedangkan untuk Paket Pekerjaan Supervisi dikerjakan oleh JO PT. Multimera Harapan – PT. Oseano Adhitaprasarana senilai Rp 9 miliar.

Potensi Irigasi Bendung Gilireng Wajo Provinsi Sulawesi Selatan, sebagai sumber air untuk irigasi yang akan disuplai dari Bendungan Passelloreng, yang telah rampung pekerjaan konstruksinya.

Selain itu, keberadaan Bendung Gilireng  dapat dimanfaatkan sebagai objek wisata baru di Sulawesi Selatan, sehingga menjadi sumber penghasilan alternatif, untuk meningkatkan taraf ekonomi masyarakat di kawasan sekitarnya.

Tarmin, petani asal Kecamatan Gilireng Kabupaten Wajo mengatakan, selama ini sawah yang dia miliki terkendala pengairan. .

Di saat musim kemarau, air untuk pengairan sawah sulit didapat, sehingga tak jarang hasil panen kurang memuaskan.

“Ini (Bendung Gilireng) kan untuk irigasi. Kita mah senang, jadinya air tidak susah saat musim kemarau sehingga panen pastinya lebih baik,” tukasnya.(r/abur/red)

REDAKTUR : Mustafa

banner 325x300 banner 970x250 banner 970x250