banner 970x250
banner 970x250 banner 325x300
DAERAH

Pasien Covid Sulbar Meningkat

143
banner 970x250 banner 970x250

Ket.Gambar : Kabid Humas Polda Sulbar Kombes Pol Syamsu Ridwan.(rep)

banner 468x60

———————————————

Pemprov Berlakukan PPKM Skala Mikro

MEDIAKTUAL.COM – SULBAR :

Meski tidak separah melonjaknya pandemi Covid-19 di Pulau Jawa dan Bali, namun antisipasi dini juga dilakukan Pemorov Sulawesi Barat (Sulbar), terkait Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala Mikro.

Pemberlakuan PPKM Mikro tersebut,  dipruntukkan untuk semua kegiatan masyarakat, terkhusus  yang berpotensi terjadi kerumunan massa.

Kabid Humas Polda Sulbar, Kombes Pol Syamsu Ridwan mengatakan, PPKM Mikro tersebut diterapkan mengingat kasus lonjakan Covid-19 di Sulbar terus meningkat beberapa hari terakhir

“Kita bakal razia penerapan prokes di tempat-tempat vital. Jadi artinya tidak ada lagi kumpul-kumpul seperti di cafe, tempat makan dan sebagainya,” tegasnya.

Perwira penyandang tiga bunga dipundak itu menyebut,  PPKM di Sulbar hanya berskala mikro.

Jadi, sebut dia, tidak seperti di Jawa dan Bali yang menerapkan PPKM berskala Darurat.

“Evaluasinya memang angka kenaikan Covid di Sulbar semakin meningkat, tapi tidak seperti di Jawa dan Bali. Kita harapkan protkes tetap dipatuhi, terutama disiplin melaksanakan 3 M yaitu Mengenakan Masker, Mencuci Tangan dan  Menjaga Jarak,” pinta Kombes Pol Syamsu Ridwan.

Untuk diketahui, di Provinsi Sulbar saat ini terdapat beberapa wilayah yang masuk Zona Kuning dan Oranye sehingga perlu pencegahan memutus mata rantai virus ganas itu.

Meningkatnya kasus positif COVID-19 di Sulbar,beberapa pekan ini,   dipicu dengan mobilitas warga serta masyarakat yang sudah mulai mengabaikan protokol kesehatan.

“Memang meningkat. Faktor pertama karena riwayat perjalanan dari luar daerah serta masyarakat sudah abai dengan protokol kesehatan sehingga terjadi kontak langsung,” ungkap Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat di Dinas Kesehatan Sultbar dr. Muhammad Ikhwan, Sabtu (10/7/2021).

Disebutkan, salah satu klaster baru di Sulawesi Barat yakni klaster Desa Rante Lemo dan Desa Salu Dengen, Kecamatan Bambang, Kabupaten Mamasa. Penularan COVID-19 tersebut berawal dari riwayat perjalanan.

Dari situlah, jelas Ikhwan, terjadi penularan lokal setelah beberapa warga menghadiri acara kematian.

Ket.Gambar : Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Sulbar dr.H.Muh Ikhwan.(rep)

———————————————–

“Semuanya diawali dari riwayat perjalanan dari luar daerah, kemudian kontak dengan keluarga dan temannya,” ungkapnya.

Yang pasti, dr. Ihkwan meyakinkan,, saat ini belum ada varian baru virus corona yang terdeteksi di Sulbar.

“Belum ada varian baru, itu kan diperlukan pemeriksaan laboratorium,” tuturnya.

Berdasarkan data Satuan Tugas Penanganan COVID-19 di Sulawesi Barat hingga Jumat (9/7/2021), terdapat 30 orang pasien sementara dirawat dan 499 orang isolasi mandiri.

Rinciannya, uUntuk pasien meninggal dunia tercatat 127 orang, 5.595 orang sembuh, dari total kasus positif COVID-19 sebanyak 6.251 kasus.(r/red)

REDAKTUR : Mustafa

banner 325x300 banner 970x250 banner 970x250